oleh

Pierluigi Collina Dukung Pemakaian VAR di Liga Champions

Pierluigi Collina Dukung Pemakaian VAR di Liga Champions

Infobola.online – Wasit Legendaris Pierluigi Collina dengan kalem ikut membela pemakaian teknologi VAR di Liga Champions. Hingga sekarang penyelenggara Champions terus maju untuk pakai VAR walau masih dikritik. Pierluigi Collina Dukung Pemakaian VAR di Liga Champions

Pierluigi Collina Dukung Pemakaian VAR di Liga Champions

Mantan wasit sangat fenomenal, Pierluigi Collina, telah menunjukkan bahwa VAR ialah alat yang paling baik dalam sepakbola yang akan dipakai untuk tahun-tahun mendatang. Ia pun sekalian memuji legiun pengadil lapangan ketika ini yang punya kendala jauh lebih berat dari masa dirinya ketika masih aktif dulu.

Pria 59 tahun tersebut mengklaim bahwa pemakaian teknologi tersebut dianggap sukses di Piala Dunia 2018 di Rusia. Jika sukses di Piala Dunia, mengapa tidak bisa sukses juga di gelaran lain?

“Yang namanya perangkat teknologi sangat urgen dalam dunia sepak bola,” kata Collina untuk Radio MARCA. “VAR sukses di Rusia dan saya yakin ini bakal tetap ada.”

Pelatih asal Italia tersebut juga telah berkata tentang persiapan wasit dan hubungan mereka dengan semua pemain. “Saya bangga menyaksikan wasit kini mempersiapkan pertandingan dengan paling baik, sebab saya mengupayakan mempersiapkan mereka sebaik mungkin,” tambahnya lagi.

“Jika terdapat rasa hormat antara wasit dan pemain sepak bola, lebih gampang untuk bekerja. Saya percaya bahwa seorang wasit mesti paling alami di lapangan, sebagaimana mereka dalam kehidupan keseharian mereka juga.”

Collina sendiri sampai kini masih paling dihormati oleh seluruh Giboler’s lintas klub. Ia paling terkenal handal ketika memimpin sebuah pertandingan. Ketegasan Collina dapat diimbangi dengan sikap adilnya.

Ia sekarang masih aktif menjadi penasehat finansial dan telah merilis tidak sedikit buku berhubungan dunia sepak bola. Saat masih aktif jadi wasit, Collina pernah terpilih sebagai sosok Wasit Terbaik Dunia versi IFFHS sekitar enam tahun berturut-turut (1998 hingga 2003).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *